PONOROGO — Suasana akademik yang dinamis tampak memenuhi Aula Bantarangin pada Selasa, 27 Oktober 2026. Poltekkes Kemenkes Malang Prodi D3 Keperawatan Kampus Kabupaten Ponorogo sukses menyelenggarakan kegiatan bedah buku edisi Oktober 2026 yang mengangkat isu krusial kesehatan masyarakat. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi wadah diseminasi ilmiah atas karya, inovasi, serta dedikasi nyata civitas akademika dalam memperkaya literatur keperawatan di Indonesia.

Buku yang menjadi fokus kajian utama dalam forum ini merupakan karya kolaboratif dari para dosen berpengalaman di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Ponorogo. Tim penulis tersebut diketuai oleh Agus Wiwit Suwanto, S.Kep., Ns., M.Kep., dengan jajaran anggota penulis yang terdiri atas Endang Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Agung Eko Hartanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Gandes Widya, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Yustina Purwaningsih, S.ST., M.K.M. Karya tulis ilmiah ini mengusung judul “Eliminasi TB Melalui Kolaborasi TB-DM Dari Masyarakat untuk Masyarakat”, yang menitikberatkan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan tuberkulosis yang beririsan dengan diabetes melitus.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan penyambutan hangat dari Direktur Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Siti Nur Kholifah, SKM., M.Kep., Sp.Kom. Usai sambutan, agenda diteruskan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Poltekkes Kemenkes Indonesia, serta pembacaan doa demi kelancaran acara. Kehadiran pimpinan tertinggi institusi ini mencerminkan dukungan penuh terhadap budaya literasi, riset, dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan di lingkungan kampus.

Pelaksanaan bedah buku ini dihadiri oleh civitas akademika secara hibrida, memadukan partisipasi luring dan daring. Hadir secara luring di Aula Bantarangin para dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa tingkat 1 dan 2 Kampus Ponorogo. Sementara itu, hadir secara daring melalui ruang virtual Direktur Poltekkes Malang, Ketua Jurusan Keperawatan, Ketua Program Studi Keperawatan Kampus Ponorogo, jajaran dosen dan tendik dari kampus PSDKU Poltekkes Kemenkes Malang, serta jajaran manajemen Perpustakaan Terpadu Kampus Pusat.

Sesi inti acara diisi dengan pemaparan isi buku secara mendalam oleh ketua penulis, Agus Wiwit Suwanto, S.Kep., Ns., M.Kep., yang memaparkan latar belakang, urgensi, serta model kolaborasi penanganan TB dan DM berbasis pemberdayaan masyarakat. Diskusi semakin tajam dan komprehensif berkat ulasan kritis dari dua pembedah ahli, yakni Khalid Rosyidi Muhammad Nur, S.Kep., MNS., sebagai Pembedah 1 dan Dr. Nurul Pujiastuti, S.Kep., Ns., M.Kes., sebagai Pembedah 2. Keduanya memberikan tinjauan mendalam dari aspek akademis, praktis, dan implikasinya bagi pelayanan keperawatan komunitas.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara mahasiswa dengan para panelis pembedah buku. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan oleh mahasiswa seputar strategi implementasi di lapangan. Melalui kegiatan bedah buku edisi Oktober 2026 ini, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Ponorogo berharap dapat terus memotivasi civitas akademika untuk aktif menulis, meneliti, dan berkontribusi langsung dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
