PONOROGO – Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma) Kampus Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja. Mulai hari Senin, 22 Juni 2026 hingga Rabu, 24 Juni 2026, kampus ini menyelenggarakan Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi para mahasiswa tingkat akhir program studi keperawatan.

OSCE merupakan metode evaluasi standar nasional yang dirancang untuk menguji kompetensi klinis mahasiswa secara objektif dan terstruktur melalui berbagai stasiun (station) simulasi. Selama tiga hari pelaksanaan, ujian ini difokuskan untuk mengasah dan menguji kemampuan praktis serta kesiapan mental para peserta dalam menangani pasien dengan berbagai kondisi klinis secara langsung.

Hebatnya, seluruh rangkaian ujian ini dilaksanakan secara mandiri di Gedung OSCE Center milik Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Ponorogo. Gedung representatif ini telah dilengkapi dengan 11 stage (stasiun) ujian serta fasilitas penunjang yang sangat memadai sesuai standar baku. Untuk memastikan transparansi dan kelancaran ujian, setiap ruang stage dilengkapi dengan kamera CCTV, sistem perangkat timer dan notifikasi suara otomatis untuk memandu waktu mahasiswa, serta dukungan komunikasi panitia berbasis Walkie-Talkie di setiap lini.

Guna menjaga objektifitas dan mutu kelulusan sesuai dengan blueprint yang ditetapkan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIVPIKI), manajemen kampus melibatkan penguji eksternal dari berbagai institusi mitra terkemuka. Para penguji tersebut berasal dari Akper Ngawi Jawa Timur, STIKES Satria Bhakti Nganjuk, dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Tidak hanya itu, untuk menghadirkan atmosfer klinis yang nyata, pihak kampus juga melibatkan masyarakat non-kesehatan di sekitar lingkungan kampus untuk bertindak sebagai pasien standar (standardized patient).

Dalam ujian ini, setiap mahasiswa harus melewati total 11 stage secara berurutan. Berdasarkan regulasi ketat AIVPIKI, setiap peserta hanya diberikan waktu tepat 15 menit per stage untuk menyelesaikan tantangan klinis dan menunjukkan performa terbaik mereka di hadapan para penguji. Melalui sistem simulasi yang komprehensif ini, lulusan Polkesma Kampus Ponorogo diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga matang dan cekatan saat terjun ke dunia pelayanan kesehatan masyarakat.
