Poltekkes Kemenkes Malang Prodi D3 Keperawatan Ponorogo Gelar Sesi Pertama Pengabdian Masyarakat Tahun Ketiga di Wilayah Binaan Kelurahan Kadipaten

PONOROGO – Program Studi D3 Keperawatan Ponorogo Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas). Bertempat di Balai Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, kegiatan ini digelar pada Kamis, 4 Juni 2026. Acara ini merupakan wujud nyata dari program kerja sama keberlanjutan yang telah diinisiasi oleh pihak kampus sejak tiga tahun lalu, di mana pelaksanaan kali ini resmi menandai tahun ketiga berjalannya program pendampingan wilayah binaan tersebut.

Pelaksanaan Pengabmas tahun ketiga ini secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia, Bapak Heru Wiratmoko, S.Kep., Ns., M.Kep., yang hadir mewakili Ketua Program Studi D3 Keperawatan Kampus Kabupaten Ponorogo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dan sinergi multisektor dalam mengawal kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya eliminasi penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC). Kehadiran program yang terstruktur secara multi-tahun ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih masif, terukur, dan berkesinambungan bagi warga di wilayah binaan.

Acara ini turut dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari berbagai jajaran pemangku kebijakan setempat. Kepala Kelurahan Kadipaten, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Babadan tampak hadir langsung di lokasi. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing pihak diberikan waktu untuk menyampaikan sambutan. Mereka kompak memberikan apresiasi yang tinggi kepada Poltekkes Kemenkes Malang atas kontribusi aktifnya, sekaligus menyatakan kesiapan untuk terus mengawal program kemitraan ini demi mewujudkan masyarakat Kadipaten yang lebih sehat.

Guna mengoptimalkan jalannya program, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang secara komprehensif dengan melibatkan berbagai elemen. Selain tim dosen dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai motor penggerak, kegiatan ini juga mengintegrasikan mahasiswa keperawatan untuk mengasah empati dan kemampuan klinis mereka di lapangan. Tidak kalah penting, keterlibatan aktif para kader TBC yang berasal langsung dari masyarakat Kelurahan Kadipaten menjadi pilar utama dalam memastikan program ini tepat sasaran dan berbasis pemberdayaan warga lokal.

Rangkaian kegiatan pada tahun ketiga ini dirancang secara sistematis yang terbagi ke dalam tiga sesi utama. Sesi pertama yang dilaksanakan hari ini berfokus pada kegiatan refreshing kader mengenai teknik dan prosedur skrining TBC yang efektif. Melalui pembekalan ulang ini, para kader dibekali dengan pengetahuan terbaru serta keterampilan praktis yang matang, sehingga mereka siap menjadi lini terdepan dalam mendeteksi potensi kasus TBC di lingkungan sekitar secara dini dan akurat.

Setelah sesi pertama ini rampung, program akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dalam waktu dekat. Pada sesi kedua mendatang, para kader yang telah terlatih akan turun langsung ke lapangan bersama mahasiswa untuk melakukan skrining TBC secara masal kepada warga. Rangkaian program tahun ketiga ini nantinya akan ditutup pada sesi ketiga, yaitu agenda penyampaian hasil skrining secara transparan kepada pihak kelurahan dan puskesmas, guna menyusun rencana tindak lanjut penanganan kesehatan yang diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *